Buku dan Ruangnya

bukuuuPernah dulu sekali, duluuuuu sekali…. saya sering menganggap orang yang baca buku di tempat ramai adalah bentuk pencitraan. Belum ketika mereka membeli buku dan di upload lewat media sosialnya atau mereka yang suka mengutip isi buku dan membuatnya sebagai status sosial media. Menurutku (dulu) semua hal itu hanyalah sebuah bentuk pencitraan, hanya kelakukan manusia yang menujukkan eksistensinya. Tetapi akhir-akhir ini saya baru menyadari, kelakuan seperti itu bukanlah kesalahan melainkan sebuah peluang!.
Beberapa saat yang lalu saya sering memikirkan ruang yang tepat untuk membaca buku karena dengan memilih ruang yang nyaman tentunya akan memaksimalkan pikiran kita untuk menyerap isi dari jendela dunia tersebut tapi apakah betul buku punya ruangnya sendiri? Ruang yang bersih, tidak bising, adem, atau tempat yang tak bakalan ada orang menggangu! Bila saya menghubungkan pertanyaan ini dengan disiplin ilmu yang saya geluti, hal ini mirip-mirip dengan fungsionalisme struktural(silahkan anda cari sendiri apa itu fungsional struktural), kita selalu terjebak dimana segala sesuatunya punya fungsi dan peran masing-masing begitupun dengan ruang yang ideal untuk membaca buku.
Mungkin beberapa dari kita akan merasa tidak nyaman jika membaca buku di trotoar, di bus, atau tempat yang sedang banyak manusianya. Walaupun hal itu tidak berlaku untuk semua orang karena setiap individu tentunya punya zona nyamannya masing-masing. Nah disinilah kita terjebak dengan pandangan tentang tempat seharusnya membaca buku, inilah mengapa dulunya saya sering melihat ada indikasi pencitraan bila melihat seseorang membaca buku di tempat yang bukan semestinya, padahal kalo kalian suka baca buku di tempat keramaian yah bukan masalah.

Jika diberi ilustrasi mungkin begini ceritanya, si rambo mempunyai kebiasaan membaca buku dikamarnya yang tenang, sampai suatu ketika ia melihat aoyama sedang membaca buku di trotoar jalan yang bising, rambo dalam hatinya pun mengatakan “dasar pencitraan, baca buku kok di tempat kayak begini, emangnya masuk yah ilmunya kalo ribut begini?”.

Kalian mungkin akan mendukung Rambo seperti ini “yah tentu salahlah kalo kita baca buku di tempat keramaian, jadinya kan tidak fokus”.
Benar ! mungkin akan susah untuk fokus tapi kan setiap manusia itu lahir dengan keadaan yang berbeda-beda, tentunya pula dengan daya fokus yang berbeda. Fokus setiap manusia juga tergantung dengan apa yang membuatnya nyaman begitupun membaca buku. Saya beri contoh seperti ini seorang pesepak bola akan susah untuk fokus jika diberi tugas sebagai eksekutor penambak jitu atau seorang penembak jitu yang telah terkenal fokusnya dipaksa memasak coto makassar, apakah ia bisa fokus? . Ingat disini saya tidak ingin mengatakan bahwa seorang pemain bola tdak bisa menjadi penembak jitu atau sebaliknya tapi disini saya ingin menegaskan bahwa setiap individu lebih fokus pada apa yang selama ini membuatnya nyaman untuk dikerja; begitupun dengan membaca buku, ada orang yang mempunyai tipikal susah fokus di keramaian ada pula yang bisa fokus sefokusnya. Akan keliru jadinya bila kita menyamakan diri kita dengan orang lain. Dikit-dikit liat orang baca buku dikira pencitraan.

Saya punya teman, ia punya kebiasaan membaca buku sambil mendengarkan lagu, menurutnya lagu yang ia dengar sering menjadi sountrack bagi bacaan yang ia baca..yahh mirip-miriplah dengan sountrack film menurutku. Pernah katanya ia baca buku Arok dedes sambil dengar lagunya Payung teduh, menurutnya nuansa kejawaan tempo dulu itu keluar saat ia menggambungkan kedua hal tersebut, ia merasa lebih menikmati hal tersebut walaupun tidak semua buku dan lagu itu nyambung katanya. Well kembali ke topic sebelumnya, setiap individu itu punya daya fokus yang berbeda dan akan keliru kiranya menyamakan diri kita dengan yang lain. Untuk itu ruang bagi seorang pembaca tidak harus menentu di tempat yang nyaman atau tidak bising menurut banyak orang tapi dimanapun menurut kalian senangi untuk membaca buku, tempat dimana kalian bisa merasa nyaman untuk hanyut dan tenggelam dalam isi cerita dari si penulis buku.

Mungkin wanita cantik disampingmu akan membisik seperti ini “ iya tak apa jika orang-orang baca buku dimanapun mereka inginkan tapi saya tak suka orang-orang yang suka upload buku yang ia beli atau foto ketika ia sedang membaca buku, menurutku itu sombong dan terlalu ingin dibilangi pintar

Iya ! banyak hal kita jumpai seperti itu, ketika mereka membeli buku dan menguplodnya atau ketika mereka lagi berfose seakan-akan lagi membaca buku, hal demikian lumrah di berbagai kalangan tapi hal itu kurasa masih kurang jika dibandingkan orang-orang yang sering share katakan “Amin”, foto makanan, foto ulang tahun di hotel, foto dia diendorse atau foto ia telah dikirimi barang dari Online shop. Kita perlu mengisi ruang itu, ruang yang telah diisi banyak hal yang memuakkan bagi saya pribadi(jangan terpengaruh yah). Kupikir tak apa jika kebanyakan dari kalian mengatakan upload foto buku itu terkesan ingin dibilangi pintar, kalian bebas berpendapat begitupun saya, hanya saja bila kita melihat kembali kurangnya minat baca masyarakat, apakah pantas kita melarang orang-orang mengupload hal demikian?.

Seringkali teman (yang duluan kuliah daripada saya) mengutarakan kesedihannya, di masanya dulu kampus katanya sering dihuni oleh pembaca buku, sudut-sudut kampus sering diisi sebagian mahasiswa yang sedang membaca buku dan berdiskusi tapi kenyataan sekarang kalian akan jarang melihat hal demikian, dimasa serkarang sudut sudut kampus telah diisi oleh mahasiswa yang berdiskusi tentang tren alis terbaru, diskusi tempat pembelian cream racikan yang baru atau diskusi tentang adek andalan yang cantik dan jadi primadona baru. Menurutku hal ini sah-sah saja kita bebas melakukan apa yang kita sukai, temanku saja yang belum bisa menerima kampus dijadikan tempat diskusi produk kosmetik yang bagus dipakai. Inilah yang menjadi masalah sebenarnya jika kita hubungkan dengan masalah tentang “ingin terlihat pintar” dengan masalah teman saya. Dengan minimnya minat baca mahasiswa saja telah di labeli sebagai sikap yang sok pintar bagaimana pula masa depan literasi yang ada, seharusnya kita mendukung hal tersebut. Kita harus mengisi ruang ruang yang ada di dunia sosial media, kita juga harus memenuhi isi beranda FB mereka dengan citra membaca buku; Dan tak mengapa jika mereka mencitrakan kalian sok pintar, toh setiap hal tentang buku yang kalian sebar ke jagad dunia maya akan berpengaruh sedikit demi sedikit, agar semua orang bisa menemukan pilhan-pilihan lain selain hal hal viral yang sering nyeleneh(om-toleta-om) seperti membaca Buku.

Nah Temanmu yang ganteng dengan kumisnya yang seksi mungkin berpendapat bebini kepada saya “oke saya terima bila tak ada ruang yang paten untuk membaca buku dan saya sudah menerima bila banyak orang yang sering menguplod foto sambil baca buku atau yang baru beli buku tapi saya tidak senang dengan orang-orang yang sering posting quote dari sebuah buku, kemungkinan ia hanya copy paste dari website atau mungkin dari bukunya sendiri tapi jarang dan bahkan tak pernah ia baca”

Yah itu sering terpikirkan oleh saya, bermunculannya quote seperti Tere Liye, Zainuddin dan hayati serta yang lainnya di beranda Fb ataupun dibeberapa sosial media saya. Kupikir itu hal yang wajar walaupun sebelumnya saya tidak menyukainya. Beberapa Quote sering di upload karena menurut si pembaca terdapat hal yang menarik dari quote tersebut, apakah itu sesuai dengan perasaannya, kehidupannya, percintaannya ataupun sesuai dengan ideologinya. Kalaupun si pengupload tidak membaca bukunya toh ada baiknya juga, bisa saja quote yang diposting membuat orang-orang tertarik membaca buku yang sebelumnya di share. Sebenarnya masalah ini sama dengan permasalahan sebelumnya, dengan minimnya minat baca kita mengapa kita harus menekan segala sesuatu yang berhubungan dengan penyebaran literasi. Kalaupun saya dan kalian tak suka beberapa quote tersebut keliru kiranya bila kita melarang mengekspresikan perasaan seseorang lewat quote, hal yang menurutku lebih baik adalah memosting juga quote yang menurutmu baik daripada menekan penyebaran minat baca masyarakat. saya tak usah menyertakan data statistik tingkat minat masyarakat membaca buku, kalian bisa melihat sendiri realitas yang ada dan masihkah anda ingin melarang lagi?
Teman yang dibelakangmu mungkin sudah gatal ingin menyatakan sesuatu kepada saya seperti ini ”okey saya tak terlalu mementikan apa yang telah anda jelaskan, hanya saja saya sering merasa ketakutan bila ingin membeli buku dan meminjamkannya, seringkali saya melihat orang-orang kehilangan bukunya karena dipinjamkan ke teman dan tak pernah kembali-kembali, menurutku itu tak pantas

Haha iya saya mengerti perasaan anda, hal demikian sering dirasakan beberapa teman yang bukunya hilang entah kemana, menurut temanku benci, kecewa, emosi bercampur menjadi satu, dan saya sependapat dengan pernyataan anda “HAL ITU MEMANG TIDAK PANTAS”

.Teman anda (saya curiga ia salah satu orang yang suka meminjam dan tak pernah mengembalikkannya) yang satunya mungkin menyahut “apakah kita harus membencinya ? kan hal demikian bisa menjadi salah satu metode penyebaran ilmu pengetahuan bagi si peminjam”

Saya paham maksud anda, saya sangat sepakat dalam konteks penyebaran ilmu pengetahuan tapi apakah dengan meminjam buku dan tak pernah mengembalikannya adalah perbuatan yang baik? mengapa saya mengatakan seperti itu karena dengan tidak mengembalikkanya mereka telah memutus rantai penyebaran literasi. Dengan memiliki penuh buku yang anda pinjam akan berdampak pada pola peminjaman buku yang anda. Saya beri contoh begini, Totti meminjamkan buku kepada batistuta tapi batistuta tak pernah mengembalikan buku tersebut akhirnya totti pun kecewa, selang beberapa hari sanji datang dan ingin meminjam buku juga, tapi totti menolak karena takut bukunya hilang kembali, dengan penuh kecewa sanji pun pulang kerumahnya, sesampainya di sana ia bertemu dengan bonano , bonano ingin meminjam bukunya sanji namun sanji kembali mengingat perkataan si totti tadi akhirnya sanji tak meminjamkan bukunya karena takut kehilangan juga. Contoh ringkasnya mungkin seperti itu, terdapat mata rantai yang putus jika salah satu membuat kesalahan dengan tak mengembalikanya kembali.

Pria kacamata disampingmu yang dari tadi ikut diskusi mungkin akan bertanya seperti ini “jadi yang baik untuk penyebaran pengetahuan melalui buku menurutmu bagaimana ?”

Ini menurut saya loh, anda bisa sepakat ataupun tidak. Menurutku sebaiknya buku itu mengalir seperti air masuk kesela-sela batu tuk sementara dan keluar lagi menuju lubang yang baru, maksudnya buku seharusnya terus terbang ke setiap pembacanya, dari satu kepala ke isi kepala yang lainnya hanyut bak air yang menawan bukan hanyut disatu sungai kecil yang tak bermuara pada laut, karena lama kelamaan sungai itu akan kering, semakin lama semakin sedikit aliran airnya dan akhirnya sungai itu menjadi tanah lapang yang tak tersisa dari kehidupan indah sebelumnya. Bukupun akan mengalami hal yang sama bila satu orang tak mengembalikkan kembali buku yang ia pinjam, buku itu hanya akan menjadi milik dari orang yang meminjam tadi dan tak pernah sampai pada kepala yang ingin membacanya.

Bapak tua yang daritadi ikut nimbrung mungkin bertanya begini kepada saya “jika saya meminjam buku dan tak mengembalikannya, apakah dengan meminjamkannya kembali di beberapa orang hal itu sudah menutupi kesalahan saya?

Karena anda bertanya kepada saya, saya akan menjawab TIDAK, kesalahanmu tetap tak tergantikan, menurutku lebih baik jika kau mengembalikan buku yang kau pinjam dan menyarankan temanmu untuk meminjam kembali pada orang yang sebelumnya engkau pinjami bukunya. Kalau menurutmu pernyataanku membingungkan, saya akan kembali memberi Ilustrasi seperti ini, dawkins meminjamkan bukunya kepada pikolo, hampir satu bulan pikolo tak pernah mengembalikannya karena ia ingin memilikinya, akhirnya picolo berniat meminjamkan buku tersebut kepada jared dengan alasan penyebaran ilmu pengetahuan tapi ia berdiskusi dulu dengan greg graffin terkait tujuan mulianya, greg tak menyetujui rencanya, menurut greg lebih baik jika picolo mengembalikan buku tersebut dan menyarankan jared untuk meminjam kembali kepada dawkins karena hal yang dilakukan picolo tetap menjadi contoh yang keliru bagi orang banyak.

Saya sepakat dengan pendapat greg, sebaiknya sih begitu karena orang-orang yang kehilangan bukunya seperti Dawkins akan tetap kecewa bukunya tidak kembali dan mungkin akan mempengaruhi dawkins untuk meminjamkan kembali bukunya kepada orang banyak. Kupikir dawkins dan kalian bukan sosok yang pelit dalam meminjamkan bukunya hanya saja jika kalian menerima perlakuan yang sama yang diberikan oleh picolo, kalian akan menjadi sedikit pelit untuk banyak orang.

Nah Setelah berdiskusi tentang Buku panjang lebar, sepertinya kalian kelihatan lelah, karena telah lelah ayo kita beristirahat dulu sejenak. Namun sebelum istrihat saya akan kembali menyimpulkan beberapa yang telah saya bahas sebelumnya.

Yang pertama Buku itu tak punya ruang yang paten dan ideal, ia bisa dinikmati dimana saja dan kapan saja. Yang kedua tak menjadi masalah bila seseorang sering mengshare fotonya sehabis membeli buku atau fotonya yang sambil membaca buku, toh masyarakat kita lagi minim minat bacanya; Begitupun dengan orang-orang yang rajin copy paste quote dari buku menurutku ini hal yang baik, ini semacam bentuk promosi untuk menarik minat orang banyak untuk tidak buta literasi dan rajin untuk membaca. Yang ketiga jangan suka menyimpan buku orang di rumahmu, banyak efek dari kelakuanmu yang seperti itu , misalnya seseorang kembali membeli buku yang sama karena telah hilang sebelumnya padahal jika tidak hilang ia bisa membeli buku lain untuk disebarluaskan.

Karena kalian semakin letih kulihat, sebagai penutup semoga quote ini bisa menemani mimpi basahmu bersama banyaknya imajinasi yang ada di dalam isi kepalamu.

“Belajar adalah cara terbaik untuk mengetahui bahwa kau belum tau apa-apa”
~SALAMOLAHRAGA~

Menulis untuk apa?

 

Tips-menulis1

Tulisan ini diawali dengan membedakan sejarah dan masa lalu, menurut stzomka sejarah adalah masa lalu yang dituliskan serta masa lalu yang mempunyai bukti autentik yang bisa kita buktikan keasliannya, apakah itu terdapat dalam kitab,surat, tulisan maupun prasasti. Sedangkan masa lalu adalah hal yang telah dilewati namun tak dituliskan untuk keperluan masa depan.

Kita bisa mengetahui bagaimana seorang Attila menghancurkan tembok besar cina, bagaimana napoleon menjadi kaisar di prancis, serta melihat colombus yang sok tahu menemukan benua amerika yang dikiranya kerajaan india. Kesemuanya itu dapat kita tahu dan pelajari karena masa lalu tersebut dituliskan oleh pujangga maupun cendikiawan di masa lalu. Dan Kalau mengutip pernyataan dari Pram “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Sangat jelas sekali bahwa apa yang kita ketahui sekarang ini adalah hasil dari proses menulis, saya tak bisa membayangkan jika dulunya kitab kitab suci tak dituliskan,apakah ummat beragama masih ada sampai sekarang? Apakah mereka masih mempercayai Tuhan Yang Maha Esa?

Tulisan ini lahir karena tulisan juga, mungkin lucu kedengarannya namun iya tulisan ini hadir untuk mengkritisi beberapa tulisan yang hadir di sepanjang pengamatan saya pribadi. Beberapa tulisan yang saya baca terkesan nihil dan tak punya tujuan, tulisan tulisan tersebut hanya menjadi karnaval metapora yang memuakkan, hanya menjadi keluh kesah dan tak punya tujuan. Sering saya membaca tulisan yang membutuhkan Kamus Ilmiah padahal hal yang ia ingin sampaikan bisa menggunakan bahasa umum namun yahh untuk terlihat keren dan ilmiah “CITRA” itu perlu walaupun penanaman pemahaman menemukan jalan buntu bagi beberapa pihak.

Walaupun saya bukan anak sastra, saya punya kehendak sendiri untuk melihat tulisan tulisan yang hadir di sekeliling kita mempunyai tujuan yang lebih jelas. Tak bisa dipungkiri setiap tulisan tentunya mempunyai sebuah tujuan namun sering kali tujuan tersebut berakhir dengan Hal yang IDEAL bagi si penulis tersebut. Sebagai contoh kita bisa melihat buku buku yang menjelaskan tentang anda harus semangat kerja, menghormati bos, walaupun di dalam hati kita sendiri hal itu sangat memuakkan. Atau kita seringkali melihat tulisan tentang seorang manusia yang sudah putus asa dan membiarkan dirinya mati untuk menghindari masalahnya sendiri.

Sangat Terlihat kontras jika kita melihat ke masa lalu ketika Tan Malaka yang jomblo itu menulis sebuah Buku (MADILOG) yang bertujuan menanamkan pengetahuan bagi sebangsanya sendiri . Bukan dengan menulis sebuah buku tentang kesabaran kita menghadapi Belanda, toh nanti di akhirat di balas juga perbuatan si Belanda tersebut. Atau membaca Novel Pram yang “licik”seperti Tetralogi Buru, diawal Novel kita dicangkokkan kisah cinta Mingke dan Annnelis yang romantik itu namun di Novel kedua,ketiga dan Keempat kita harus berurusan dengan sejarah Organiasi di Bumi Indonesia ini. Menurutku sih Pram termasuk Licik, dengan melihat mental orang indonesia yang sangat suka jika membahas hal-hal yang berbau CINTA , ia memanfaatkan mental orang indonesia tersebut dan menggiringnya ke zaman pra kemerdekaan indonesia.

Dan bila kita kembali lagi ke masa sekarang, hal tersebut semakin kontras. Buku buku yang Bestseller hanya buku buku tentang cinta dan liku likunya. Buku-buku sekarang hanya menjadikan pembaca sebagai kelinci percobaan, menjadikan pembacanya orang yang lemah, mencankkokan KEGALAUAN di dalam hidupnya yang sudah suram. Saya sangat percaya kekuatan sebuah tulisan, jika anda terbiasa membaca tulisan tulisan yang berbau Marxist semangat anda akan menggebu-gebu atau membaca tulisan Pidi baiq akan menjadikan anda senang dengan kegilaannya serta membaca novel novel conan seperti Sherlock Holmes akan menjadikan anda penuh dengan Intelenjensia yang kuat. Hal yang sama pun jika anda membaca tulisan tulisan yang membuat anda sedih, menjadi lemah dan tak berdaya. Hal tersebut sangat memuakkan bagi saya, dan yang menjadi persoalannya adalah Buku Buku yang beredar dipenuhi dengan dusta si penulis yang membuat orang-orang menjadi lemah dan rapuh.

Kembali pada judul diatas “Menulis untuk apa?” , apakah selama ini anda sudah menulis untuk tujuan yang lebih baik? Hanya menjadikan pembaca anda sebagai pribadi yang ketokohan, pribadi yang menghamba pada tulisan anda, menjadikan mereka sebagai orang yang tidak bebas memilih dan menjadikan mereka pribadi seperti botol kosong? Jika IYA ! teruskan kesalahan anda atau merubahnya sekarang juga.

 

Suka sama suka adalah MITOS

Terdengar nyaring ditelinga kita kalau manusia melakukan hubungan seksual dikarenakan suka sama suka diantara mereka. Dengan jawaban seperti itu kita bisa memberi beberapa kesimpulan bahwa hubungan suka sama suka adalah hubungan tanpa paksaan, tanpa dendam, tanpa dorongan luar, tanpa hal yang negatif tapi PURE secara suka sama suka diantara dua insan. Pilihan yang tercapai adalah hasil mufakat yang sudah diketahui efek dan akibatnya kedepan;  atau akan bertanggung jawab ketika sesuatu hal yang tidak dikehendaki terjadi. Apakah IYA ? sekiranya itu semua adalah MITOS kalaupun bukan mitos , itu adalah salah satu kebohongan terbesar yang pernah anda dengar!!!.
Pernyataan saya diatas bukan tanpa sebab, semua terjadi karena beberapa analisis serta pengalaman pengalaman yang masih satu fakta sosial dengan anda semua. Beberapa  motif mengapa wanita ingin melakukan hubungan seksual adalah :
1. Paksaan dari pacar

Tak ada asap jika tak ada api, tak akan ada hubungan seksual tanpa ada sebab musabatnya. Tak ada seorang pun wanita yang ingin berhubungan seksual secepat kilat, maksud saya tak ada wanita yang iya-iya saja jika diajak ML oleh pacarnya. Hal yang lucu ketika ceritanya begini : smsan-ketemuan-ML ….. dunia ini terlalu lucu di idealkan dengan hal seperti itu(terkecuali dengan budaya orang barat sana) , jikalaupun pernah mendapat hal seperti demikian terjadi, saya sangat percaya jika wanita tersebut sebelumnya pernah melakukan hubungan dengan eks pacarnya juga.

Titik berat yang saya ingin bicarakan disini adalah paksaan dari seorang lelaki adalah awal dari terjadinya hubungan seksual, kalaupun pada akhirnya mereka akan menemukan suatu masa dimana mereka sudah tak harus bicara namun hanya menggunakan KODE untuk mengajak pasangannya ML( yahhh inilah dikatakan suka sama suka). Kenapa saya sangat menyudutkan laki-laki, karna anda bisa mempersentasikan sendiri tingkat jam terbang para lelaki menonton Film porno, iya wanita pun juga menonton namun dengan persentase yang kecil dan dengan budaya yang mengikat di sekeliling kita menyusahkan seorang wanita yang sudah menonton Film porno 1 Terabite  untuk mengajak pasangannya ML.  Mengungkapkan perasaaannya ke pasangannya saja malu-malu minta ampun atau bahkan tidak sama sekali.
Jadi masih percayakah anda jika seorang wanita iya iya aja mau diajak ML ?

2. Mitos bahwa wanita menikmati Hubungan seksual
Menurut hasil riset “Durex Sexual Wellbeing” Indonesia adalah negara yang paling terpuruk dalam hal pencapaian klimaks. Mereka menempati posisi paling buncit dari total 26 negara yang dijadikan sasaran survei. Saya takut dikatai Sudzon,Fitnah atau apalah….saya hanya ingin memperlihatkan hasil riset yang telah dilakukan oleh Durex Sexual Wellbeing. Karena jika melihat para lelaki yang dengan sombongnya mengatakan bahwa toh pasangan saya juga menikmatinya, kenapa saya harus merasa bersalah kan kita ML suka sama suka.
Bahkan wanita yang sudah bersuami saja mengaku bahwa mereka sering melakukan Fake orgasme untuk membahagiakan suaminya. Terlihat jelas bias dari patriarki ,bukan lagi bias menurutku…ini sudah efek langsung dari sistem yang merasa lelaki lah yang sang pemimpin,pengatur,pemberi dll….ah busuk sekali lelaki itu….demi membahagiakannya perempuan harus menuruti kemauannya untuk disetubuhi walaupun si perempuan tak pernah merasa menikmatinya. Just info 9 dari 10 wanita yang telah bersuami tidak pernah menikmati orgasme.
3. Pengikat dalam sebuah hubungan
Buat para lelaki pernahkah anda mendengar kalimat berbunyi “ tanam benih sajalah dulu, kalu sudah berbuah baru dinikahi” ? betapa mulia pikiran anda ! kalian sudah melihat wanita sebagai benda lemah yang hanya dijadikan boneka, dihamili – hamili saja toh nanti dinikahi kalo bunting, kalo tidak dinikahi bijimane dong? .
Kicauan atau ucapan gombal para lelaki adalah hal yang indah jika di dengar oleh pasangannya. Hal yang syahdu di ingat-ingat dikamar kost sendirian… iya? Se indah itukah? Seperti ketika pasangan anda mengatakan akan menikahimu,ingin terus bersamamu, menjagamu sampai kematian memisahkan. Dan demi terciptanya kehidupan berbahagia diantara kita, anda harus memberikan kelamin kepada pasangan anda.
Laki laki ibarat karyawan MLM(Multi level Marketing) , ketika pasangannya sudah diprospek dengan gombalan yang meyakinkan, mereka pun meraup untung untuk menikmati kelaminnya.
Wanita percaya bahwa dengan melakukan hubungan seksual dengan pasangannya, pasangannya akan setia dengannya, akan menemaninya sepanjang hidupnya…selama-lamanya..sebuah kepercayaan yang busuk…bukan salah wanita juga sih, kan yang memberi kepercayaan tersebut adalah para karyawan MLM tadi.

4. Takkala hancurma (Terlanjur rusak)
Saya pernah mendengar cerita teman saya ,sebut saja namanya Alexander…ia mengaku kepada saya, pernah dan hampir melakukan hubungan seksual dengan pasangangnya. Bukan si alexander yang meminta namun si wanita tersebut, alasan si wanita tersebut adalah dia sudah terlanjur dirusaki eks pasangannya. Well well , laki-laki sudah bekerja keras dalam menghancurkan kehiduapan seorang wanita atau lebih demi mengejar kelamin dan dengan iming-iming SUKA SAMA SUKA. Pekerjaan yang sangat indah jika kalian kenang di kemudian hari, setelah mempunyai anak dan melarangnya pacaran.
Menurut saya ke empat alasan itulah yang membuat perempuan rela melakukan hubungan seksual, walaupun masih bersifat analisa sederhana dan fakta riset yang kurang tapi tidak mengurangi niat saya untuk menuntut lekaki untuk mencabut omong besarnya bahwa hubungan seksual karna didasari “SUKA SAMA SUKA” !
Catatan Penting ! : Apakah anda lelaki tak pernah memikirkan psikologi pasangan anda, mental pasangan anda, jika anda berhubungan seksual dengan mereka? Tentang efek yang selalu ia bayangkan di pikiran mereka, tentang sebuah akibat jika nantinya telat 3 bulan kata JAMRUD ?
Apakah anda tak pernah memikirkan efek dari perbuatan anda? Menurutku kalian takkan pernah memikirkannya toh wanita juga yang merasakannya.
Berapa bayi lagi anda harus gugurkan? Kalian katanya sayang sama pasangan anda tapi membuat pasangan anda menderita seumur hidup, dibayangi seorang bayi yang telah ia bunuh, sebuah bayi dari darah daging mereka sendiri. Belum lagi secara psikis, secara fisik pun wanita selalu menjadi korban, sudah berapa wanita lagi yang janinnya bermasalah karna hubungan suka sama suka anda yang BULLSHIT ???

Tulisan ini saya akhiri “Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan” . terlalu jauh dan semakin menjauh saja revolusi besar yang di cita citakan jika hal yang kecil seperti ini anda masih membiarkan. 
| Makepunk |

Police,polisi,cop

Saya hidup di lingkungan dimana beberapa tetangga saya adalah POLISI, sewaktu kecil saya takut dengan polisi dikarenakan punya pistol untuk menembak. Tapi diantara polisi-polisi yang saya temui semasa kecil adalah polisi yang baik, ramah, dan pemurah. Setelah menaiki tangga umur yang lebih tinggi, saya malah lebih takut sama polisi lagi, tilang-tilanglah, ditakut takutilah….banyak hal yang membuatku takut dengan polisi. Sering saya berpikir apakah polisi hanya baik sama anak kecil dan kejam dengan orang dewasa, namun itukan pandangan subjektif saya selama ini…tidak semua polisi kejam kok, itu oknum “KATANYA” .
Ada dua hal yang membuatku bingung dengan kepolisian, yang pertama : selama saya hidup didunia ini, saya tak pernah menemui polisi yang menilang saya memberikan dua pilhan form. Menurut sumber yang saya baca, polisi berhak menawarkan form/slip merah dan form/slip biru. Tapi yang ada polisi hanya menyediakan slip merah yang menyatakan bahwa anda ingin mengikuti persidangan di pengadilan negeri, padahal kita bisa meminta slip biru untuk menyatakan bahwa saya mengakui kesalahan dan membayarnya di bank atau ATM terdekat dan tak harus lagi mengikuti persidangan yang ribet. Kalaupun pak polisi beralasan kenapa tidak memita slip biru, kan bisa polisi memberikan tawaran, mau slip biru atau merah….kenapa harus menunggu masyarakat tau akan semua itu, seharusnya polisi yang tau tentang hukum menjelaskan hal demikian tersebut. Atau pak polisi menunggu proses “TAWAR MENAWAR” ??? terlebih pak polisi seakan akan menunggu kesalahan kita bukan mengurangi tindak pelanggaran.
Yang kedua : banyak teman saya semasa SMA ingin menjadi polisi, banyak diantaranya juga adalah anak polisi namun dengan pergaulan yang bebas dan konsekuensi lingkungan yang mengharuskan mereka MEROKOK , banyak yang tak sampai ke step selanjutnya dikarenakan paru-parunya kotor“karena rokok” . Yah inilah masalah kedua yang saya temukan, yang kedua ini sangat lucu bagi saya, ketika seseorang ingin masuk atau mendaftar sebagai POLISI , orang tersebut harus bebas dari asap rokok seminimalnya paru-parunya bersih dari rokok namun kenyataan yang ada, banyak saya temukan polisi yang setelah lolos masuk kepolisian malah merokok juga, jadi gunanya peraturan tadi apa dong??? Mendaftar polisi harus bebas dari asap rokok tapi setelah lulus bisa beli rokok yang banyak dari gaji…ini yang lucu bagi saya.
Sebagai penutup, mari membaca MADILOG dari TAN MALAKA hehe klo takut setan baca buku itu 🙂

Hujan dan konsekuensinya (peningkatan peminat KB dan pujangga musiman)

Di era globalisasi ini ( makalah kapang) , ditengah kemegahan kota dan manusia modernnya yang sok sibuk, hujan sudah dianggap sebagai momok yang tak di inginkan, ibarat bayi hujan itu adalah bayi yang harus diaborsi karna menanggung malu. Beberapa hujatan datang bertubi-tubi , dari yang motornya mogok, terlambat kerja,terlambat ke kampus, terlambat mesum ehhh..
Namun dengan dihujatnya hujan ada fenomena unik yang hadir ditengah tengah kita yang akan saya ceritakan disini…
1. Peningkatan peminat KB
Di era yang mengganggap cinta yg suci itu adalah nafsu, hawa dingin menjadi penyebab meningkatnya libido bagi kaum non jomblo. Sering kita dengarkan kata “gerimis mengundang” yang dimaknai dengan pelepasan nafsu dengan kekasih di dinginnya hari dengan berhangat hangat ria di kos kosan atau rumah atau hotel atau dimana saja. Menurut survey teman saya yang kerja di apoteker, peningkatan peminat KB meningkat pesat mulai dari ibu-ibu,pengantin muda , dan mahasiswa muda KRS (Korban retorika senior) . Jujur, saya sangat sebal dengan iklan di tv yang menayangkan iklan KB dengan slogan kb andalan idaman suami…bagi saya ini tidak adil, suami yang enak tapi istri yang kesusahan,bagus kalo suaminya lahh kalo masih cowonya …belum efek dari KB tersebut yg biasanya menjadikan postur tubuh perempuan menjadi gemuk, alih alih menjaga keharmonisan keluarga dengan sex, mereka cerai karna body nya sudah kayak badak.
2. Pujangga musiman
Bulir hujan dan sepotong rindu, hal sedih ketika kau sudah jauh di pelupuk kelamin ehh … Yah beberapa fenomena yg saya liat adalah, munculnya para pujangga pujangga cinta dikala hujan (pertanyaan kemudian apakah saya membenci kedatang mereka? Kujawab TIDAK) . Ada yg ngetweet, status fb,bbm,line,friendster dll ….. Saya curiga rindunya karna hujan adalah ingin berduaan, basa basi tingkat dewa setelah itu *SENSOR *….
Kaum jombloan pun merasa sedih, ingin ngesex dikala hujan namun kelaminnya bertepuk sebelah tangan, palingan klo hujan mereka makan indomie campur lontong ato makan baroncong. Namun merekalah orang2 yang bisa menjaga nafsunya untuk berZINA(klo pendekatan agama saya ditentang) ok saya pakai pendekatan GENDER…. Mereka adalah orang2 yang tau bahwa cinta dan relasi cinta itu berbeda namun dalam hal teori, klo sudah dapat kelamin yahhh *SENSOR *juga.

Terlepas dari hal yang diatas saya cuma mau curhat Hiks ,dari pengamatan saya beberapa tindakan pacaran yang menjadi korban adalah perempuan, ok kalau anda mengatakan itu masalah masalah saya kenapa urus pribadi orang, urus dirimu sendiri…jawabku oke..maaf TAPI KITA ITU SATU IKATAN SOSIAL, kita saling terkait satu sama lain ….. Jadi jangan salahkan saya kalo menanggapi perbuatanmu sendiri…
Lanjut, yang sering menjadi korban adalah perempuan…di mana ia sering mengumpulkan uangnya demi membeli novel tereliye, dee lestari, ato novel novel cinta yang lain…dimana(banyak dimana kubilang dih haha) akhir kisah yang romantis, berakhir bahagia…setelah itu wanita tersebut pun bertandang ke kos pacarnya, dengan seikat kondom dan nafsu pacarnya pun menunggunya memasuki alam syahwat….novel dari tereliye,dee,raditya dika pun menjadi saksi bisu dari sistem patriarki yg sudah beranak pinak dan selingkuh dengan kapitalisme yang memandang perempuan sebagai komoditi indah yang bisa diapakan saja.
Sebagi penutup, sya ingin memberikan motivator buat anda semua yakni “sumber rindu itu ada dua ; yang pertama dari hati dan yang kedua dari kelamin”  semoga anda bisa maknai

Mimpi Buruk

MIMIPI BURUK

Hari ini adalah hari selasa ditanggal 3 desember 2015, hujan tak henti-hentinya mengguyur jalanan pettarani, aku berada di salah satu angkutan umum yang menyurusuri jalan panjang ini. Bukan kebiasaanku menaiki angkot, namun mau diapalagi jika kendaraan roda duaku tak maksimal kupakai jika bepergian ke kantor.

Telihat sepasang siswa-siswi yang menghiasi angkutan murah ini, banyak juga para penjual yang tidur lelap disini,mungkin lagi capek dihari ini, yahh di musim penghujan seperti ini lebih enaknya sih tidur lelap di tempat tidur, bosan pergi kekantor !

Tiba di pintu kantor serasa dunia berubah 90 derajat, kita harus tersenyum dan terlihat baik demi keprofesionalan, sebagai HRD saya harus datang lebih cepat dari yang lain, tumpukan berkas sudah menunggu untuk dipilah yang mana yang baik dan cocok masuk perusahaan ini.

Hari ini aku punya janji dengan seorang wanita untuk melakukan tes wawancara, setelah kulihat profilnya, sepertinya dia pintar juga dan kayaknya cantik. tak berapa lama kutunggu untuk memulai sebuah percakapan yang telah 5 tahun ku ulang-ulang selama menjadi kepala HRD.

Hanya butuh 10 menit untuk mengetahui bahwa dia berhak menjadi karyawan di perusahaan ini, dengan modal sarjana ekonomi di sebuah perguruan tinggi negeri di makassar, dia sudah meyakinkan aku untuk menerima lamaran pekerjaannya.

Namanya adalah anna, dia cantik juga seperti yang saya sebutkan tadi, dia pribadi yang baik dan tak sombong. Aku kira semua wanita yang cantik itu sombong, ternyata dia tidak …. dengan 10 menit wawancara aku sudah merasa mengenalnya sudah cukup lama.

Tak butuh waktu yang lama, aku semakin dekat dengannya. Aku sering jalan bareng dengannya, makan dan minum bersama sudah menjadi kebiasaan kita akhir-akhir ini. Dan malam itu aku putuskan untuk mengantarnya di kontrakannya.

Setelah basa basi cukup lama di kamarnya, aku dan dia terdiam, dadaku terasa sesak, nafas sudah susag kuatur untuk merasakan tubuhku ini. Aku berpandangan mata dengannya cukup lama, ahhhh malam itu aku cium keningnya…dan dia hanya tersenyum lepas

Esok hari aku merasa bersemangat datang ke kantor, aku janjian dengan anna untuk ke kantor pagi-pagi. Hubunganku makin dekat dengannya, dia juga tak marah jika tangannya kurangkul di tempat umum, libidoku semakin menjadi-jadi jika disampingnya…ahhh inikah nafsu???

Hari demi hari kulewati bersamanya, dengan status pacaran yang kusandang dengannya aku leluasa mencium kening serta pipinya. Bagiku hal seperti ini menjadikanku penasaran, setelah mencium keningnya, aku ingin mencium ppipinya dan setelah mencium pipinya aku ingin mencium bibirnya. Hari-hari yang kulewati dengan dosa.

Keesokan harinya, aku mengantarnya pulang ke kontrakannya. Malam itu libidoku meningkat sampai puncak tertingginya. Anna sudah terasa menjadi boneka bagiku, yang inging kucium sesuka hati. Aku menciumnyya cukup lama di bibir, membuat pingganyya melekuk lekuk tak beraturan. Dia sudah tak sadar dengan apa yang telah kulakukan ditubuhnya.

Dia membisikku pelan-pelan…

“Mas ayo kita bersenggama”

Kujawab “jangan dik, aku takut melakukan hal seperti itu”

Dia membisikku lagi..

“ayo mas kita cari wisma atau hotel, ayo mas..aku ingin bersenggama malam ini”

Aku melepas pelukanku, dan mencium keningnya dan kukatakan…

“dik aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu, maafkan aku telah membuatmu bernafsu begini”

Kudengar teriakan lelaki

“woeeee bangun, ayo kekampus urus skripsi !!!! “

Kubuka mata pelan-pelan, ternyata aku berada di kos temanku, yang lagi ngerokok sambil main gitar,ahhh aku sedang bermimpi…..mimpi yang paling BURUK bagiku !!!

-end-

SAYA SUKA NONTON BOKEP

SAYA SUKA NONTON BOKEP
Film BOKEP adalah film yang tak pernah lepas dari perhatian kaum lelaki, mau itu bokep JAV(Jepang) ataupun yang kebarat-baratan. Lelaki munafik mana yang tak pernah nonton bokep? Disegala umur bokep sudah menjadi pematik dalam menaikkan LIBIDO para lelaki bahkan juga perempuan. Lantas apa pentingnya tulisan ini? Oke kalo begitu, mari kita masuk di topiknya.
Tau kah anda? Walaupun pemeran perempuan di film bokep mendapat gaji yang paling besar ketimbang lelaki, namun penderitaan yang besar pula ia lakoni, mulai dari minum obat-obatan, memasukkan alat yang tak tau siapa yang buat katanya enak kalo diberi kepada perempuan, terlebih juga jika adegan bokep diperagakan 1 wanita 2 lelaki atau bahkan lebih. Bisa robek serobek-robeknya vagina sang perempuan.
Para lelaki yang nonton yahhh cuman mangut-mangut, hanya biasa biasa saja, yang diperhatikan yahh cuman vaginanya saja atau payudaranya, toh bukan pacarku atau istriku yang dibuat begitu, lagipula yang saya ingin liat yahh masuknya penis ke vagina, itu sudah membuatku senang kegirangan sampai pada saat teman-teman pulang, saya sudah di toilet berenang di alam pikiran untuk memperkosa wanita yang saya idamkan di dunia khayalan.
Hal ini berimbas pada lingkungan sosial kita, pergaulan kita dan juga aktivitas sehari-hari kita. Ketika melihat perempuan yang sexy, wuhhh kapan bisa saya jilat dari ujung kaki sampai payudaranya, kapan saya bisa bersilat lidah dengannya, dan kapan ku naiki perutnya sebagai alasan menanam benih di perutnya(katanya sih biar  sih wanita jadi setia)…lagi-lagi wanita menjadi korban.
semakin anda giat mengoleksi film bokep atau menontonnya, semakin banyak perempuan yang menjadi korban diluar sana, mulai dari pemeran wanitanya dan wanita di jalan yang kau anggap sexy untuk kau masukkan di wisma untuk kau cium cium kelaminnya.
Otak para lelaki sudah dimasuki ROH pembajak kelamin, sehabis nonton….hanya termenung dan memikirkan vagina mana lagi yang saya ingin landmark, kalau saya punya pacar nanti..yah saya suruh kos di tempat yang bebas agar bisa masuk ke kamarnya tuk dijadikan objek seksualitas.
Saya tidak munafik, saya dulu sering nonton bokep, namun kusadari ini adalah hal yang tak benar, hal yang tak wajar, hal yang memuakkan. Semakin sering nonton bokep semakin sering kumasukkan perempuan di database imajinasiku untuk ku perkosa di dalam wc(MASTURBASI). Meminjam kata Om PRAM “Seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalag dalam tindakan” , kita seharusnya sadar, kebisaan seperti itu berdampak negatif bagi kita semua, dan kebanyakan pelaku pemerkosaan alasannya adalah “sering nonton bokep, yahh kagak tahan soalnya mas, makanya saya perkosa”
Saya ingin berubah, dan mengajak yang juga untuk berubah, mungkin ini adalah hal yang kecil, namun setidaknya kita tidak memandang wanita hanya sebagai objek seksual belaka.
Tibalah kita pada akhirnya, mari kita bersama-sama memerangi bokep, karna kita semua adalah korban, hapus bokepmu dan berikan senyuman terindah untu dunia yang melaknatmu.
NOTE: jika anda melihat saya melihat bokep, ataupun saya dalam keadaan khilaf, sadarakan saya, peringatkan saya, jangan ENGKAU HAKIMI saya, lebih baik saling mengingatkan daripada saling MENGHAKIMI -Makepunk-