Dilema

DILEMA

Oleh : Matih Abmod

            Selamat pagi, sore, malam dan subuh untuk anda yang masih menyempatkan diri untuk membaca tulisan ini, semoga anda masih diberi ketabahan setelah membaca tulisan ini. Dan tak henti-hentinya saya memperkenalkan diri saya, nama saya Achmad syafiyullah Basri lahir dari keluarga kecil di sebuah desa di Sul-sel, orang kebanyakan memanggil saya “IYUL” dan sekarang masih dalam tahap mencari sesuatu yang penting di dunia ini…dan anda tak perlu tau apa “sesuatu” yang penting itu.

Okey, berbicara tentang dilema, hampir setiap hari orang kebanyakan merasakannya, apakah itu tentang cinta-pekerjaan-agama-pendidikan dan apapun itu yang membuatnya tak bisa tenang. Dalam hal ini penulis secara pribadi merasakan hal yang sama yaitu “DILEMA” , akhir-akhir ini saya secara pribadi merasakannya, merasa tertekan akan hal tersebut, namun tak punya jawaban untuk menyelesaikannya, dan dalam kesempatan ini penulis akan menumpahkan semua “DILEMA” nya untuk para pembaca yang baik hati untuk dijadikan sebagai jalan menemukan jawaban yang ingin penulis temukan. Ok cekidot

Ketika berbicara tentang kemajuan, anda akan mengarahkan pikiran anda ke dunia barat sana, tak bisa dipungkiri lagi bahwa negara negara yang di barat sana sangat maju dan modern. Sangat kontras dengan yang ada di tempat kita, lebih tepatnya INDONESIA. Dengan sumber daya alam yang berlimpah ruah, indonesia tak pernah terkenal sebagai negara maju, paling banter dijadikan negara “PARU-PARU DUNIA”, apa yang bisa anda banggakan dengan negara INDONESIA sebagai negara PARU-PARU DUNIA? Apakah anda bangga bahwa Indonesia sekarang ini menjadi penghasil oksigen terbesar di dunia? Dan serta merta kita harus menanam pohon yang banyak dan mengurangi pembuatan pabrik yang akan berdampak pada Pemanasan Global? Dan disisi lain negara negara barat menyanjung kita sebagai Negara Paru-paru Dunia sedangkan mereka disana berlomba-lomba menanam paku beton untuk industrialisasi dan menjadikan Negara Dunia ke 3 sebagai pasarnya? Sebuah lelucon yang menggelikan.

Okey orang Indonesia bisa bangga dengan masuknya produsen produsen dari negara barat. Masyarakat bisa bangga bahwa di negara kita : sepatu, bola, dan apapun itu yang menghasilkan keuntungan di produksi disini ! Apakah orang orang yang bangga tersebut sadar bahwa produsen dari Negara barat dengan senang hati menanam Limbah di negara ini? Produsen yang ada barat tak mau mencemari negaranya. Dan lebih dari itu biaya produksi dan biaya ekspor akan berkurang dengan Buruh buruh murah dari Indonesia yang “sukarela” bekerja dengan alasan perut. Dengan banyaknya SDM yang terjangkau di indonesia dan SDA yang banyak, negara ini akan tetap dijadikan sapi peras oleh negara maju.

Indonesia mempunyai SDA yang banyak bahkan berlimpah namun sampai detik ini hal itu belum bisa dinikmati oleh seluruh Rakyatnya. Apa yang salah dari ini semua? Apakah budaya INDONESIA yang terlalu tertutup oleh budaya Asing? Atau masyarakat INDONESIA yang masih memegang erat budayanya sendiri lantas kita tak harus melihat budaya orang lain? Secara pribadi penulis merasa bingung, kita dulu diajarkan oleh tetua tetua kita bahwa kita harus memengang erat budaya kita dan kita harus menjaganya. Tapi pertanyaan kemudian adalah apakah budaya kita sekarang kontekstual dengan dunia yang maju ini? Apakah kita harus tetap berjalan ditempat dan menyaksikan kemajuan kemajuan orang orang yang ada di barat sana?. Banyak yang saya dapati bahwa kita tidak semestinya mengikuti budaya yang ada disana dan termasuk bahasanya, karna kita sendiri punya bahasa yang baik, dan semestinya merekalah yang mengikuti bahasa kita. Kemudian saya bertanya lagi, apakah cukup pesat INDONESIA sekarang ini, untuk dijadikan acuan bagi negara lain? atau kita disugesti dan diperalat oleh negara-negara maju bahwa INDONESIA adalah negara dengan tingkat kemajemukan terbesar di dunia dan itu harus dipertahankan karna itu semua adalah warisan budaya dari leluhurmu? Dan apakah indonesia dibuat “Sengaja” mencintai budayanya dan menolak budaya lain untuk dijadikan BODOH dan IDIOT? Apakah warga indonesia kebanyakan menikmati berita dari luar atau hanya dijadikan penonton malas dari media media “PARTAI” di indonesia?. Sebuah ironi yang besar dikala negara negara yang lain mengikuti perkembangan dunia sekarang ini, dan kita masih berjalan ditempat hanya untuk menjaga budaya kita.

Apakah anda tak bercermin dengan suku Aztec, mesir atau perabadan peradaban besar yang pernah ada, apakah semuanya masih menjaga kelansungan budayanya? Okey pada dasarnya tetap dijaga namun apakah dia tertutup oleh budaya lain? dengan tak mau mempelajari bahasa yang mengglobal sekarang ini. Dalam sebuah pengaruh ada sebuah komunikasi dan dalam sebuah komunikasi ada sebuah bahasa yang digunakan, lantas bagaimana jika warga indonesia tak tau bahkan buta akan bahasa yang mengglobal sekarang ini? Ada banyak kemungkinan, namun penulis menyimpulkan bahwa hanya satu jawaban dari itu semua yakni PEMBODOHAN.

-Bersambung-

Note : secara pribadi saya tak menyalahkan budaya, namun saya mempertanyakan apakah budaya yang sekarang anggap benar itu kontekstual dengan dunia sekarang ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s