Police,polisi,cop

Saya hidup di lingkungan dimana beberapa tetangga saya adalah POLISI, sewaktu kecil saya takut dengan polisi dikarenakan punya pistol untuk menembak. Tapi diantara polisi-polisi yang saya temui semasa kecil adalah polisi yang baik, ramah, dan pemurah. Setelah menaiki tangga umur yang lebih tinggi, saya malah lebih takut sama polisi lagi, tilang-tilanglah, ditakut takutilah….banyak hal yang membuatku takut dengan polisi. Sering saya berpikir apakah polisi hanya baik sama anak kecil dan kejam dengan orang dewasa, namun itukan pandangan subjektif saya selama ini…tidak semua polisi kejam kok, itu oknum “KATANYA” .
Ada dua hal yang membuatku bingung dengan kepolisian, yang pertama : selama saya hidup didunia ini, saya tak pernah menemui polisi yang menilang saya memberikan dua pilhan form. Menurut sumber yang saya baca, polisi berhak menawarkan form/slip merah dan form/slip biru. Tapi yang ada polisi hanya menyediakan slip merah yang menyatakan bahwa anda ingin mengikuti persidangan di pengadilan negeri, padahal kita bisa meminta slip biru untuk menyatakan bahwa saya mengakui kesalahan dan membayarnya di bank atau ATM terdekat dan tak harus lagi mengikuti persidangan yang ribet. Kalaupun pak polisi beralasan kenapa tidak memita slip biru, kan bisa polisi memberikan tawaran, mau slip biru atau merah….kenapa harus menunggu masyarakat tau akan semua itu, seharusnya polisi yang tau tentang hukum menjelaskan hal demikian tersebut. Atau pak polisi menunggu proses “TAWAR MENAWAR” ??? terlebih pak polisi seakan akan menunggu kesalahan kita bukan mengurangi tindak pelanggaran.
Yang kedua : banyak teman saya semasa SMA ingin menjadi polisi, banyak diantaranya juga adalah anak polisi namun dengan pergaulan yang bebas dan konsekuensi lingkungan yang mengharuskan mereka MEROKOK , banyak yang tak sampai ke step selanjutnya dikarenakan paru-parunya kotor“karena rokok” . Yah inilah masalah kedua yang saya temukan, yang kedua ini sangat lucu bagi saya, ketika seseorang ingin masuk atau mendaftar sebagai POLISI , orang tersebut harus bebas dari asap rokok seminimalnya paru-parunya bersih dari rokok namun kenyataan yang ada, banyak saya temukan polisi yang setelah lolos masuk kepolisian malah merokok juga, jadi gunanya peraturan tadi apa dong??? Mendaftar polisi harus bebas dari asap rokok tapi setelah lulus bisa beli rokok yang banyak dari gaji…ini yang lucu bagi saya.
Sebagai penutup, mari membaca MADILOG dari TAN MALAKA hehe klo takut setan baca buku itu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s